Home / news

Jumat, 11 September 2026 - 02:37 WIB

Lahan Padi 6 Hektar di Rote Timur Terancam Gagal Panen Akibat Pencemaran Air Garam

Kondisi padi tergenang air laut

Kondisi padi tergenang air laut

ROTE NDAO – Sebanyak 22 petani di lokasi persawahan Olidale, Dusun Folodale, Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, terancam mengalami gagal panen. Hal ini disebabkan oleh tercemarnya saluran irigasi persawahan warga oleh air laut akibat kelalaian operasional dari proyek pembangunan kawasan industri tambak garam milik PT Nindia Karya (NK).

Ketua Lokasi Olidale, Metusala Kolo, mengungkapkan bahwa keluhan ini dirasakan oleh puluhan petani yang mengelola 40 bidang sawah dengan total luas mencapai 6 hektar.

Metusala, menjelaskan bahwa gangguan pertumbuhan terjadi saat tanaman padi memasuki usia perawatan dua bulan pada bulan September. Padi yang seharusnya mulai membulir kini terhenti perkembangannya.

“Padi-padi kami yang usianya sudah dua bulan dan seharusnya siap mulai bunting/melepas bulir, kini perkembangannya terhenti dan terganggu akibat tercemar air garam dari PT tambak garam,” ujar Metusala Kolo saat ditemui di lokasi persawahan, Selasa, (8/9/2026).

Menurut Metusala, pencemaran ini berawal dari adanya pembongkaran dan perbaikan saluran pipa milik perusahaan yang tersumbat. Air laut dari pembuangan pipa tersebut dialirkan ke kali bendungan, yang selama ini menjadi sumber irigasi utama untuk mengaliri lahan sawah.

Dia mengaku telah menyampaikan keluhan ini ke Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao. Petugas penyuluh dan tim teknis penanggulangan hama dari dinas terkait telah turun ke lokasi untuk meninjau persawahan pada tanggal 7 dan 8 September.

“Hasil pemeriksaan teknis mengonfirmasi bahwa kerusakan tanaman padi bukan disebabkan oleh serangan hama atau penyakit, melainkan akibat tingginya konsentrasi air laut yang masuk ke lahan persawahan” jelas kolo.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao Nixon Molelanik Balukh, SP, M.Si menyampaikan bahwa pihak dinas telah menerunkan tim ke lokasi setelah mendapatkan informasi mengenai persoalan tersebut.

Baca Juga:  Dinas Perikanan Rote Ndao Akui Terbitkan Rekomendasi BBM Subsidi Tanpa Syarat Lengkap, Diduga Mengalir ke Mafia

“Begitu terinformasikan, kami langsung merespons. Dinas berkoordinasi dengan penyuluh pertanian serta petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) karena mereka yang menangani masalah serangan hama penyakit dan dampak perubahan iklim, baik kekeringan maupun banjir,” ujarnya.

Kadis menjelaskan dari hasil peninjauan dan diskusi awal, pihak NK mengakui bahwa genangan air di lahan sawah tersebut merupakan rembesan. Pihak NK juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan penanganan sesuai rekomendasi teknis dari Dinas Pertanian.

Dia menambahkan saat ini, berita acara penanganan sedang dalam proses penyusunan. Pihak dinas dan petani juga tengah mengupayakan langkah penanganan darurat, seperti menguras air asin dari sawah dan menggantinya dengan air tawar guna melihat perkembangan tanaman padi yang terdampak.

Terkait potensi gagal tanam atau kerugian petani, Dinas Pertanian memastikan akan mengawal proses evaluasi teknis. Jika kondisi tersebut berdampak pada kegagalan tanam, pihak NK berkomitmen untuk memberikan kompensasi atau penggantian berupa benih dan obat-obatan.

“Prinsipnya, kalau sampai merugikan petani, mereka (pihak NK) siap memberikan kompensasi,” tegasnya.

Terpisah Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Edin Neno Bais, mengonfirmasi adanya kerusakan tanaman padi milik petani di wilayah Oelidale akibat tercemar air limbah garam.

Dia menjelaskan Limbah garam dari aktivitas kawasan sentra industri garam tersebut meluap dan masuk ke saluran irigasi yang mengaliri persawahan warga. Akibatnya, tanaman padi mengalami cekaman salinitas yang membahayakan pertumbuhan tanaman.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang menyebabkan padi kerdil. Kondisi tersebut murni disebabkan oleh cekaman salinitas air garam,” ujar Edin Nino Bais saat dikonfirmasi, Selasa.

Baca Juga:  Ibu ibu bhayangkari polsek pantai Baru lakukan tukar kado di hari happy valentine

Ia juga menjelaskan bahwa kadar garam tinggi pada air irigasi merusak sistem perakaran tanaman padi hingga mati. Kondisi ini membuat tanaman tidak mampu menyerap nutrisi dari dalam tanah secara optimal.

Edin menambahkan, Pihak perusahaan pengelola kawasan industri garam juga telah mengakui adanya kelalaian teknis terkait pembuangan limbah yang meluas ke saluran irigasi warga.

(Mekris)

 

Share :

Baca Juga

news

Dinas Perikanan Rote Ndao Akui Terbitkan Rekomendasi BBM Subsidi Tanpa Syarat Lengkap, Diduga Mengalir ke Mafia

news

Bupati Paulus Henuk Tinjau Irigasi Ingupapan, Pastikan Bermanfaat dan Siap Tuntaskan Segmen Tersisa di 2027

news

DPRD Rote Ndao Buka Sidang III 2026: Bahas Perubahan APBD dan Tiga Raperda Strategis

news

Warung om isak buka cabang ke 2 di area tambak garam nasional rote ndao

news

DPR RI Titiek Soeharto apresiasi nihi rote dorong kesejahteraan masyarakat lokal

news

Wakil bupati rote ndao buka kegiatan pemeran pembangunan expo umkm dan hiburan rakyat , dalam rangka HUT ke-24 kabupaten rote ndao

news

Wakil Gubernur NTT tinjau dua jalan rusak berat di kabupaten rote ndao

news

Personel polsek Pantai Baru, melakukan pengamanan se cara rutin di pelabuhan ASDP Pantai Baru guna memberikan keamanan dan kenyamanan