ROTE NDAO-KABARRote.com— Bupati Rote Ndao Paulus Henuk siap menemui Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) guna merumuskan solusi atas pembengkakan biaya distribusi logistik akibat penerapan aturan Over Dimension and Over Loading (ODOL), usai menggelar dialog bersama para pelaku usaha ekspedisi lokal pada Senin (12/10/2026). Langkah cepat ini diambil demi menjaga stabilitas harga, ketersediaan kebutuhan pokok, serta kelancaran roda perekonomian masyarakat di wilayah kepulauan Rote Ndao tanpa mengabaikan standar keselamatan transportasi.
Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk mendengarkan langsung aspirasi serta keluhan pelaku usaha terkait kelancaran distribusi logistik dan roda perekonomian masyarakat setempat.
Dalam keterangannya, Paulus Henuk menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat demi menjamin keselamatan transportasi.
“Pada prinsipnya, kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam mengutamakan keselamatan pelayaran dan keamanan berkendara. Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Paulus Henuk.
Meski demikian, Bupati Paulus menyadari bahwa penerapan aturan ODOL memerlukan kajian mendalam, khususnya dari sudut pandang keberlangsungan ekonomi daerah kepulauan.
Kebijakan ini berdampak langsung pada potensi lonjakan biaya distribusi barang, keterkaitan tarif tiket penyeberangan, hingga biaya angkutan yang harus ditanggung pengusaha ekspedisi.
Sebagai wilayah kepulauan, ketergantungan Rote Ndao pada arus transportasi barang sangat krusial demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Sebagai langkah nyata dalam mencari jalan keluar, Bupati Paulus Henuk bergerak cepat dengan menjalin komunikasi bersama pemangku kepentingan kunci di sektor transportasi laut dan pelabuhan, termasuk Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat/Jalan, Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta pihak PT ASDP Indonesia Ferry.
Tak berhenti di situ, Paulus mengonfirmasi rencana agendanya untuk memboyong persoalan ini ke tingkat provinsi.
“Selanjutnya, saya juga akan bertemu dengan Bapak Gubernur NTT untuk mendiskusikan persoalan ini dan mencari solusi bersama,” tambahnya.
Bupati Paulus berharap, koordinasi intensif antarinstansi ini dapat melahirkan solusi seimbang yang tidak mengorbankan standar keselamatan, namun tetap menjamin keterjangkauan biaya angkutan serta keberlangsungan usaha ekspedisi di Rote Ndao.
(Mekris/tim)









