ROTE NDAO, KABARRote.com— Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk,S.H., bergerak cepat menuntaskan krisis kelangkaan dan antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengular di sejumlah SPBU Kabupaten Rote Ndao. Guna memutus mata rantai persoalan tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut dugaan kecurangan sekaligus mematangkan peran Perusahaan Daerah (PD) Ita Esa sebagai subpenyalur BBM.
Langkah tegas ini diawali dengan pimpinan Rapat Terpadu yang melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pemangku kepentingan terkait. Pertemuan tersebut merumuskan strategi komprehensif jangka pendek, menengah, hingga panjang demi menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat.
Paulus Henuk menekankan bahwa kunci utama penyelesaian masalah ini terletak pada komitmen lintas sektor. Menurutnya, regulasi dan skema distribusi yang disepakati harus berjalan efektif di lapangan.
“Diperlukan kerja sama, koordinasi, dan komitmen bersama dari semua pihak agar langkah-langkah strategis yang kita sepakati dapat dilaksanakan secara efektif demi kepentingan seluruh masyarakat Rote Ndao,” tegas Paulus dalam rapat,Selasa (20/10/2026).
Usut Tuntas Dugaan Pengoplosan dan Penjualan Ilegal
Selain membenahi skema distribusi, Pemda Rote Ndao menaruh perhatian serius terhadap indikasi praktik kecurangan yang memperkeruh situasi. Paulus menegaskan dukungannya kepada APH yang kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan pengoplosan BBM dan keterlibatan oknum dalam penyelewengan BBM bersubsidi.
Ia berharap proses hukum berjalan tanpa pandang bulu agar memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan warga.
“Dugaan pengoplosan dan penyalahgunaan BBM subsidi ini sedang dalam proses penyelidikan APH. Kami berharap ada penindakan hukum secara tegas agar memberikan efek jera dan tidak merugikan masyarakat luas,” lanjutnya.
Gandeng BUMD Jadi Subpenyalur dan Siapkan Kapal
Sebagai solusi permanen dari hulu ke hilir, Paulus Henuk menggelar diskusi khusus bersama jajaran Direksi PD Ita Esa. BUMD milik daerah ini didorong untuk mengambil peran strategis dalam rantai pasok BBM di Pulau Rote.
Dua wacana utama yang dimatangkan dalam pertemuan tersebut meliputi:
Penetapan PD Ita Esa sebagai Subpenyalur Resmi: Mengontrol jangkauan distribusi hingga ke pelosok desa agar tepat sasaran dan terjangkau dan pengadaan Transportasi Laut Khusus (Kapal Pengangkut BBM): Menjamin kepastian pasokan energi dari titik suplai utama ke Pulau Rote tanpa bergantung pada armada kapal reguler.
“Gagasan ini menjadi salah satu alternatif solusi jangka panjang yang sangat potensial. Namun, tentu perlu dikaji secara matang dari aspek kelayakan operasional, teknis, serta tetap tunduk pada ketentuan dan regulasi perundang-undangan yang berlaku,” pungkas Paulus.
Inisiatif terpadu dari Pemda Rote Ndao ini diharapkan dapat mengakhiri kelangkaan BBM secara permanen serta memberikan kepastian pasokan energi yang adil dan merata bagi masyarakat di wilayah paling selatan Indonesia tersebut.
(Mekris Ruy)









