Home / news

Sabtu, 12 September 2026 - 02:11 WIB

Diduga Jadi Korban Mafia BBM, Nama Perahu Nelayan Rote Dicatut Untuk Kuras Solar Subsidi

Nama-nama nelayan yang mendapat pas kecil namun tidak mendapat BBM

Nama-nama nelayan yang mendapat pas kecil namun tidak mendapat BBM

Penulis: Mekris Ruy

ROTE NDAO — Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, nasib malang harus dialami puluhan nelayan tradisional di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Meski telah mengantongi Pas Kecil resmi dari Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Syahbandar Ba’a sejak Februari lalu, mereka justru tidak pernah menikmati Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar yang menjadi hak mereka.

Kondisi ini dialami oleh para nelayan di beberapa wilayah, seperti Desa Boni (Dusun Aduoen), Desa Tasilo, hingga Desa Daudolu. Dalam aduannya pada Jumat (11/9) malam, para nelayan mengaku kaget saat mengetahui surat rekomendasi kuota solar subsidi atas nama perahu mereka telah terbit dari Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, padahal mereka sama sekali tidak pernah menerima jatah minyak tersebut.

“Setiap kali kami bertanya, selalu cuma diberi janji. Terakhir, kami dapat kabar rekomendasi atas nama perahu kami sudah keluar dari Dinas Perikanan, tapi BBM-nya sama sekali tidak pernah kami dapat. Bahkan ada oknum yang bilang nanti kami cuma diberi sedikit uang sebagai pengganti karena rekomendasi kami sudah mereka pakai,” ujar salah seorang nelayan dengan nada kecewa.

Para nelayan menduga ada permainan mafia rekomendasi BBM yang melibatkan oknum tidak bertanggung jawab. Pasalnya, selain mencatut nama perahu milik nelayan aktif, surat rekomendasi diduga kuat juga terbit untuk perahu yang mesinnya sudah rusak, bahkan untuk oknum yang sama sekali tidak memiliki kapal. Hal ini dinilai menjadi biang kerok kuota BBM subsidi bagi nelayan kecil di Rote Ndao tidak pernah mencukupi.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, terkuak sejumlah inisial oknum yang diduga kuat bermain dalam penyaluran rekomendasi BBM subsidi ini. Di Desa Boni, terindikasi oknum berinisial B dan A, sementara di Desa Tasilo menyeret oknum berinisial M.

Baca Juga:  Bupati Rote Ndao Temui Direktur EBT PLN Bahas Dukungan pembangunan Listrik

Praktik serupa juga ditemukan menyebar di wilayah Kelurahan Metina, Namodale, Sanama Kuli, Aisele, Oeseli, Batutua, hingga Desa Papela.

Menanggapi gejolak ini, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, Yeanes Riwu, menyatakan bahwa mekanisme penerbitan rekomendasi sebenarnya telah diperketat dengan menyertakan surat keterangan desa dan dokumen Pas Kecil dari KSOP. Namun, ia tidak menampik adanya dinamika dan penyimpangan di lapangan.

“Dalam perjalanan, mungkin kapalnya dijual atau rusak, kita tidak tahu kalau tidak dilaporkan. Salah satu contoh atas nama Umar Kiah, ada 5 unit alat tangkap yang dikeluarkan rekomendasinya, tetapi begitu kami cek ke lapangan justru tidak sesuai fakta. Ada alat tangkap yang mesinnya rusak dan tidak beroperasi, tapi setiap bulan rekomendasinya selalu keluar,” ungkap Yeanes.

Guna menyikapi fakta tersebut, Yeanes meminta masyarakat dan seluruh pihak untuk proaktif membantu pemerintah membongkar praktik kejahatan ini.

Atas kondisi yang makin memprihatinkan ini, para nelayan tradisional mendesak Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, DPRD, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak tinggal diam. Mereka menuntut pihak berwenang segera turun ke lapangan, melakukan verifikasi ulang data penerima, serta menindak tegas oknum-oknum mafia BBM yang telah merampas hak para nelayan kecil.

Share :

Baca Juga

news

Satgas BBM Rote Ndao Uji Petik Sistem Ganjil Genap di 5 SPBU: Antrean Terurai 30%, Oknum Pengecer Nakal Masih Ditemukan

news

Ajang Grasstrack SMSI Rote Ndao Siap Digelar: Pacu Adrenalin Lintasan, Gerakkan Ekonomi Daerah

news

Gerak Cepat Bupati Rote Ndao mantapkan Penyerapan KUR dan Misi Investasi Tiongkok, 

news

Kantah dan Bapenda Rote Ndao Sepakati Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan

news

Kendali di Ujung Selatan: Tugas Mulia Tentara Nasional Indonesia dan Asa Kemajuan di Pulau Rote

news

Garda Terdepan Beranda Selatan NKRI: Peran Aktif Ketua Persit KCK 1627/Rote Ndao Sambut Kunker Wakil Panglima TNI

news

Kunker Wapang TNI, Dandim 1627/Rote Ndao Paparkan Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Dodaek dan Tebole

news

Tanggapan Tegas Anggota DPRD Rote Ndao (Fraksi Hanura), Veky Boelan: “Kebijakan Harus Mengurai Benang Merah, Bukan Memutus Akses Rakyat!”