ROTE NDAO – KABARRote.com— Sebanyak 40 kelompok tani di Kabupaten Rote Ndao menerima bantuan sarana dan prasarana pertanian dari Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Konservasi Lahan dan Irigasi (Satker BLIP Mataram). Program ini dihadirkan untuk mendongkrak produktivitas tanaman pangan sekaligus memperkuat kesejahteraan para petani di wilayah tersebut.
Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,S.H.,menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama daerah. Ia mengingatkan para penerima manfaat agar mengelola bantuan sesuai petunjuk teknis demi mewujudkan manfaat nyata bagi produktivitas pangan lokal.
Bupati juga menekankan pentingnya peran petani sebagai pahlawan pangan daerah. Menurutnya, program ini sejalan dengan misi pembangunan daerah, yakni “Rote Ndao Bertani”, yang berfokus pada penguatan sektor pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tani.
Terpisah Perwakilan Kelompok Tani Usaha Baru dari Desa Keoen, Arnoldus Eken, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, Bupati Rote Ndao, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat, hingga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang terus aktif mendampingi mereka di lapangan.
“Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung usaha tani dan meningkatkan hasil produksi kami. Sebagai penerima, kami berkomitmen untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh anggota kelompok,” ujar Arnoldus.
Ia menambahkan, dukungan ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan juga dorongan moral bagi para petani untuk bekerja lebih produktif, bertanggung jawab, dan mengelola usaha tani secara berkelanjutan.
Acara penyerahan dan konsolidasi program tersebut turut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Asisten Administrasi Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian.
Melalui sinergi erat antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, PPL, dan kelompok tani, bantuan ini diharapkan mampu menjadi pemantik ketahanan pangan daerah yang lebih tangguh dan mandiri.
(Mekris)









