ROTE NDAO-KABARRote.com — Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk,S.H., menggelar pertemuan langsung bersama para kepala sekolah penerima program revitalisasi sekolah di Kabupaten Rote Ndao. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan arahan tegas terkait pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta integritas dalam pelaksanaan anggaran pendidikan.
Dalam arahannya, Paulus Henuk menegaskan agar seluruh proses pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia mengingatkan dengan keras agar tidak ada praktik koruptif maupun penyimpangan anggaran dalam bentuk apa pun.
“Saya mengingatkan dengan tegas agar tidak ada praktik pemberian maupun penerimaan fee dalam bentuk apa pun. Seluruh pihak harus bekerja secara jujur, lurus, dan berintegritas serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan,” tegas Paulus Henuk dalam pertemuan bersama para kepala sekolah. Senin(12/10/2026).
Menurutnya, program revitalisasi sekolah merupakan amanah publik yang harus dikelola semata-mata demi kepentingan mutu pendidikan. Ia menekankan bahwa anggaran yang dialokasikan wajib dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah, bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Untuk memastikan program berjalan sesuai perencanaan, Paulus Henuk juga menyampaikan komitmennya untuk turun langsung ke lapangan guna memantau dan mengecek proses pembangunan fisik secara berkala.
Langkah ini dilakukan agar hasil pekerjaan memberikan manfaat yang nyata dan tepat sasaran bagi dunia pendidikan di Rote Ndao.
Selain memberikan penekanan terkait integritas dan kualitas pekerjaan, Bupati Rote Ndao turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada para kepala sekolah yang telah berjuang tulus dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah terselatan Indonesia tersebut.
Ia berharap seluruh kepala sekolah dan pihak terkait memiliki komitmen kuat untuk mengutamakan kualitas bangunan serta memperhatikan kebutuhan spesifik di masing-masing sekolah.
“Tujuan kita bukan sekadar menyelesaikan pembangunan fisik, melainkan memastikan anak-anak Rote Ndao dapat belajar di lingkungan yang lebih layak, aman, dan nyaman,” pungkasnya.









