Home / news

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Tolak Penindakan Aturan ODOL, 82 Pengusaha dan Sopir Ekspedisi Rote-Kupang Gelar Mogok Operasional Total

ROTE NDAO-KABARRote.com — Puluhan perwakilan pengusaha, pengemudi, serta pekerja angkutan barang ekspedisi yang terhimpun dalam organisasi Persatuan Ekspedisi Rote Bersatu (PERB) resmi melayangkan surat pemberitahuan aksi mogok kerja operasional. Aksi penghentian operasional angkutan total secara damai ini diberlakukan mulai 12 Oktober 2026 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Surat pemberitahuan ber nomor 002/PERB/X/2026 yang ditujukan kepada Kepala ASDP Pelabuhan Bolok di Kupang tersebut mencantumkan kesepakatan dari 82 anggota lintas Rote–Kupang di Kabupaten Rote Ndao.

Latar Belakang dan Sorotan Utama

Meski menyatakan mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan keselamatan berlalu lintas dan program Zero Over Dimension Over Load (ODOL) sesuai UU No. 22 Tahun 2009 serta PP No. 30 Tahun 2021, pihak ekspedisi menilai penerapan aturan saat ini belum memberikan rasa keadilan bagi para pengemudi dan pengusaha kecil.

Beberapa poin ketidakadilan yang disoroti oleh PERB antara lain:

Ketidaksesuaian Tarif Tiket: Belum adanya standardisasi tarif tiket kendaraan Golongan V (truk roda 6) yang layak.

Penindakan Sepihak: Penindakan hukum dinilai hanya menyasar pengemudi/sopir di jalan raya, tanpa menyentuh pemilik barang (shipper) yang memaksakan muatan.

Fasilitas & Regulasi Karoseri: Belum tersedianya bantuan atau subsidi untuk normalisasi dimensi bak/karoseri secara bertahap, serta penimbangan melalui jembatan timbang yang dianggap belum adil dan transparan.

Pembatasan Muatan: Adanya pembatasan volume dan ukuran muatan pada bak kendaraan tanpa solusi penyesuaian tarif angkutan.

Tuntutan dan Sikap Organisasi

Berdasarkan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, Persatuan Ekspedisi Rote Bersatu menyampaikan sejumlah tuntutan mendesak kepada pemerintah dan pihak terkait:

Moratorium Tilang ODOL: Mendorong pemerintah untuk melakukan sosialisasi ulang serta memberlakukan penundaan (moratorium) tilang ODOL hingga tercapai solusi bersama.

Baca Juga:  Publik Desak Usut Tuntas Mafia BBM Rote Ndao Usai 6 Oknum Polisi Terindikasi Terlibat

Penindakan Adil pada Shipper: Meminta sanksi hukum juga diterapkan tegas kepada pemilik barang yang memaksa pengisian muatan berlebih.

Penyesuaian Tarif Logistik: Mengusulkan kenaikan/penyesuaian tarif angkutan logistik minimal 30% sebagai dampak dari kebijakan normalisasi muatan.

Perlindungan Sopir: Menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap pengemudi angkutan barang di jalan raya.

Pihak organisasi menegaskan bahwa aksi mogok operasional ini akan berlangsung secara tertib, damai, tanpa anarkisme, serta tidak mengganggu fasilitas umum. Selain itu, mereka tetap membuka ruang dialog bersama Dinas Perhubungan, Organda, dan APINDO untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Surat pernyataan tertanggal 8 Oktober 2026 tersebut ditandatangani oleh para koordinator wilayah, yakni Ismail Meke (Koordinator Pante Baru), Oskar Ndun (Koordinator Baa), dan Ronald Benggu (Koordinator Rote Barat), serta diketahui oleh Ketua Organisasi Ekspedisi Rote, Ferdinan Boik.

(Mekris/tim)

Share :

Baca Juga

news

Tuntaskan Masalah Pelosok, Pemkab Rote Ndao Libatkan BUMDes dan Validasi Ulang Agen BBM

news

Satgas BBM Rote Ndao Uji Petik Sistem Ganjil Genap di 5 SPBU: Antrean Terurai 30%, Oknum Pengecer Nakal Masih Ditemukan

news

Ajang Grasstrack SMSI Rote Ndao Siap Digelar: Pacu Adrenalin Lintasan, Gerakkan Ekonomi Daerah

news

Gerak Cepat Bupati Rote Ndao mantapkan Penyerapan KUR dan Misi Investasi Tiongkok, 

news

Kantah dan Bapenda Rote Ndao Sepakati Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan

news

Kendali di Ujung Selatan: Tugas Mulia Tentara Nasional Indonesia dan Asa Kemajuan di Pulau Rote

news

Garda Terdepan Beranda Selatan NKRI: Peran Aktif Ketua Persit KCK 1627/Rote Ndao Sambut Kunker Wakil Panglima TNI

news

Kunker Wapang TNI, Dandim 1627/Rote Ndao Paparkan Rencana Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Dodaek dan Tebole