ROTE NDAO , KABARRote.com — Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM Cakrawala Rote 2026 terus berkomitmen memperkuat kesehatan dasar masyarakat pedesaan.
Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui edukasi penggunaan obat yang aman serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
Melalui program kerja individu mahasiswa KKN UGM, Audrea Gresda Zahra Oretha, pelatihan bertajuk “Pelatihan Swamedikasi Bijak untuk Penanganan Penyakit Umum” sukses digelar di Gereja Penaoen pada Minggu (26/7/2026). Acara ini dihadiri oleh warga setempat dengan antusiasme tinggi.
Program ini diinisiasi akibat maraknya kebiasaan masyarakat mengonsumsi obat bebas dari kios tanpa petunjuk dan takaran dosis yang tepat. Audrea menilai, pemahaman warga terkait risiko kesalahan penggunaan obat, pemilihan obat yang rasional, hingga tata cara penyimpanannya masih perlu ditingkatkan.
“Apabila swamedikasi tidak tepat dilakukan, dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai pemilihan dan penggunaan obat yang tepat untuk penyakit umum secara aman dan rasional,” ujar Audrea saat membuka pelatihan.
Dalam sesi materi, warga dibekali prinsip utama “5 Benar Konsumsi Obat”, yaitu Benar Obat, Benar Orang, Benar Waktu, Benar Dosis, dan Benar Cara Pakai guna mencegah efek samping berbahaya seperti overdosis hingga kerusakan organ.
Selain itu, Audrea meluruskan beberapa mitos pertolongan pertama di masyarakat, seperti melarang penggunaan pasta gigi pada luka bakar dan menyarankan pembilasan dengan air mengalir selama 20 menit, serta melarang pemijatan pada area tubuh yang baru terkilir.
Inisiatif ini disambut hangat oleh jajaran pemerintah desa dan masyarakat lokal. Kepala Desa Serubeba mengapresiasi kepedulian mahasiswa UGM terhadap kebiasaan berobat warga. Menurutnya, pelatihan ini sangat membantu agar warga tidak lagi sembarangan membeli dan mengonsumsi obat di kios
.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, Tim KKN UGM menyerahkan bantuan berupa Kotak P3K lengkap dengan panduan informasi obat kepada pengurus Gereja Penaoen. Tak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengukuran indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan cek kadar gula darah untuk deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.
Salah seorang warga Desa Serubeba mengaku bersyukur atas ilmu aplikatif yang diberikan. “Dulu jika ada keluarga yang sakit kepala atau terkena luka bakar, kami sering memakai cara tradisional yang efeknya malah berbahaya. Melalui pelatihan ini, kami jadi lebih tahu cara penanganan yang benar dan bersyukur gereja kami kini memiliki fasilitas P3K,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Serubeba semakin bijak, mandiri, dan waspada dalam mengelola kesehatan keluarga secara berkelanjutan.
(Penulis/Sumber Konten: Pristanti Nur Maisaroh / Press Release KKN-PPM UGM Cakrawala Rote 2026)









