JAKARTA,Kabar Rote.com — Dalam rangka memastikan kesiapan prajurit serta percepatan pembangunan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar NKRI, Wakil Panglima TNI (Wapang TNI) memimpin langsung kegiatan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar dan Perbatasan (Satgaspam Pulter & Tas) yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, Kamis hingga Sabtu (22–24 Oktober 2026).
Kunjungan kerja strategis ini menyasar sejumlah titik vital perbatasan di wilayah Indonesia Timur dan Utara, meliputi Pulau Miangas (Sulawesi Utara), Krayan dan Nunukan (Kalimantan Utara), serta Rote dan Kupang (Nusa Tenggara Timur). Dalam rombongan Wasev ini, Wapang TNI didampingi oleh pejabat utama Mabes TNI, Mabesad, serta Sekretaris Utama dan para Deputi dari Badan Nasional Pengelola Perbatasan Daerah Terluar (BNPPDT).
Hari Pertama: Meninjau Pulau Terdepan Miangas
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis (22/10/2026) pagi, di mana rombongan bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan pesawat Boeing 737 TNI AU menuju Lanud Sam Ratulangi, Manado, sebelum melanjutkan penerbangan ke Pulau Miangas menggunakan pesawat CN 295.
Tiba di Miangas sekitar pukul 12.40 WITA, Wapang TNI beserta rombongan langsung meninjau sejumlah titik strategis pembangunan dan pengamanan darat, antara lain:
Titik 0 Pulau Miangas
Proyek Pembangunan Jalan Desa
Revitalisasi SMP Nanusa
Pembangunan Sumur Bor untuk kebutuhan air bersih masyarakat
Pos Satgaspam Perbatasan (Pamtas) Miangas.
Usai peninjauan di Miangas, rombongan bertolak kembali ke Manado dan melanjutkan penerbangan malam menuju Tarakan, Kalimantan Utara, untuk persiapan peninjauan hari berikutnya.
Hari Kedua: Menyusuri Garis Perbatasan RI-Malaysia di Krayan dan Nunukan
Pada Jumat (23/10/2026), perjalanan dilanjutkan menggunakan Helikopter Caracal TNI AU dari Lanud Anang Busra, Tarakan, menuju Long Bawan, Krayan.
Mendarat di Bandara Yuvai Semaring, Wapang TNI beserta tim melakukan peninjauan ke Pos Pamtas Krayan Lembudud dan meninjau langsung kondisi pembangunan Jalan Perbatasan Indonesia-Malaysia.
Setelah menunaikan ibadah Sholat Jumat dan makan siang bersama prajurit serta masyarakat setempat, rombongan melanjutkan penerbangan udara menuju Mako Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) TNI di Nunukan. Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan operasional serta sarana prasarana prajurit penjaga batas negara.
Rangkaian hari kedua ditutup dengan penerbangan Boeing 737 TNI AU menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan mendarat di Lanud El Tari pada sore hari.
Hari Ketiga: Menjangkau Ujung Selatan Nusantara di Pulau Rote
Hari terakhir kegiatan Wasev, Sabtu (24/10/2026), difokuskan di wilayah perbatasan selatan NKRI. Menggunakan Helikopter Caracal TNI AU, Wapang TNI beserta rombongan terbang dari Kupang menuju Bandara D.C. Saudale, Pulau Rote.
Di Pulau Rote, rombongan meninjau:
Titik 0 Selatan Indonesia di Desa Dodaek, Rote Selatan
Infrastruktur penyeberangan Jembatan Tebole dalam lingkup Program Jembatan Garuda
Jembatan Termanu dan Kapsali di wilayah Termanu
Peninjauan infrastruktur bridge/jembatan ini mempertegas komitmen TNI dan pemerintah dalam membuka aksesibilitas wilayah terisolasi di pulau terluar demi menunjang aktivitas perekonomian warga setempat.
Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Nusa Tenggara Timur, Wapang TNI beserta rombongan kembali ke Lanud El Tari, Kupang, dan dijadwalkan terbang kembali ke Jakarta. Rombongan diperkirakan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB.
Sinergi Antar-Lembaga demi Perbatasan NKRI
Kegiatan Wasev Satgaspam Pulter dan Tas tahun 2026 ini menunjukkan sinergitas yang kuat antara TNI (Mabes TNI, Mabesad, Kodam XIII/Merdeka, Kodam VI/Mulawarman, dan Kodam XXVIII/Sobe Sonbai) dengan kementerian/lembaga sipil terkait seperti BNPPDT.
Selain memastikan aspek pertahanan dan keandalan pos-pos Satgaspam, peninjauan langsung infrastruktur sipil (seperti sekolah, air bersih, dan jalan jembatan) menegaskan peran TNI yang tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan di garis depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Mekris Ruy)









