ROTE NDAO,Kabar Rote.com — Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,S.H., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas kunjungan kerja Wakil Panglima TNI ke wilayah pulau terselatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kunjungan ini dinilai membawa angin segar serta kabar baik bagi percepatan pembangunan di daerah terdepan tersebut. Sabtu (24/10/2026).
Dalam sambutannya di hadapan jajaran TNI, Pangdam, Ketua DPRD, serta masyarakat, Bupati menegaskan bahwa kehadiran Wakil Panglima TNI bukan hal baru, mengingat beliau pernah bertugas sebagai Pangdam di wilayah Nusa Tenggara Timur. Namun, kunjungan kali ini terasa istimewa karena membawa harapan baru bagi masyarakat Rote.
“Kehadiran beliau beserta rombongan hari ini membawa berkat bagi kita di Pulau Rote. Salah satunya adalah kepastian pembangunan Tugu Titik Nol NKRI yang rencananya akan direalisasikan tahun depan,” ujar Bupati Rote Ndao.
Selain Tugu Titik Nol, Bupati juga menyoroti pentingnya akses infrastruktur jalan. Pihaknya mengaku telah mengusulkan anggaran pembangunan jalan senilai Rp27 miliar ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Meski sempat tertunda dan anggarannya tergeser akibat bencana alam di Flores, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus memperjuangkan agar proyek tersebut dapat berjalan pada tahun mendatang.
Tantangan Kemiskinan dan Efisiensi Anggaran
Di samping komitmen pembangunan fisik, Bupati memanfaatkan momen pertemuan ini untuk memaparkan kondisi objektif sosial-ekonomi Rote Ndao. Saat ini, angka kemiskinan di Kabupaten Rote Ndao masih berada di level 24,37 persen, sementara angka stunting mencakup 32,4 persen.
Kondisi tersebut diperberat dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dari anggaran sebesar Rp797,5 miliar pada tahun 2021, jumlahnya mengalami penurunan signifikan hingga tersisa sekitar Rp654 miliar pada tahun ini—atau berkurang sekitar Rp143 miliar.
“Untuk memastikan pembangunan jalan tetap berjalan, kami bahkan mengambil langkah memberanikan diri melakukan pinjaman daerah sebesar Rp30 miliar di Bank NTT. Jika tidak, pembangunan infrastruktur daerah akan terhenti total,” ungkapnya.
Harapan Sinergi dengan Pemerintah Pusat
Mengingat Rote Ndao merupakan garda terdepan di batas selatan Indonesia, Bupati berharap adanya perhatian lebih dan sinergi yang kuat antara kementerian, lembaga, serta pemerintah pusat. Pihaknya berkomitmen untuk segera menyiapkan seluruh data, rincian kriteria, dan dokumen pendukung yang dibutuhkan demi mendorong program pembangunan, baik di bidang komunikasi, pertanian, hingga peternakan.
“Kami di Rote Ndao menjaga Indonesia dari batas paling selatan. Karena itu, kami berharap Rote Ndao tidak hanya hadir dalam pidato-pidato di pusat, tetapi benar-benar hadir di hati para pembuat kebijakan,” tegas Bupati di akhir sambutannya.
(Mekris Ruy)









