JAKARTA-KABARRote.com — Menanggapi maraknya isu bohong dan politisasi yang dihembuskan oknum tak bertanggung jawab, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk,S.H., beraudiensi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta pada Senin (28/9/2026) untuk memastikan pengawalan proyek K-SIGN serta percepatan investasi sektor kelautan tetap berjalan sesuai target.
Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) serta penguatan sektor perikanan dan investasi di Kabupaten Rote Ndao.
Dalam diskusi tersebut, Paulus Henuk melaporkan perkembangan terkini pengerjaan K-SIGN di lapangan. Ia menekankan pentingnya pengawalan bersama agar proyek strategis ini berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target yang telah direncanakan.
Menteri KKP menyambut baik laporan tersebut dan menegaskan komitmen penuh pemerintah pusat untuk mendukung penyelesaian K-SIGN.
Pada kesempatan itu juga kedua belah pihak juga membahas langkah percepatan penyelesaian persoalan lahan melalui penguatan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Sikapi Isu Pembusukan dan Politisasi
Selain progres fisik, pertemuan tersebut turut menyoroti dinamika informasi di tengah masyarakat. Paulus Henuk mengungkapkan adanya oknum tertentu yang berupaya menggagalkan pembangunan K-SIGN—yang juga merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN)—dengan menyebarkan berita bohong melalui surat-surat yang ditujukan kepada Menteri KKP.
“Kami sepakat untuk melawan setiap oknum yang berniat jahat dan ingin menggagalkan pembangunan di Rote Ndao. Saya ingatkan kepada pihak-pihak yang karena syahwat politik lalu mencoba menggagalkan pembangunan: stop melakukan pembusukan di belakang yang mengorbankan kepentingan rakyat,” tegas Paulus Henuk.
Ia mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan adu ide dan gagasan demi kemajuan daerah.
Pengembangan Kampung Lautra dan Investasi Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Menteri KKP memberikan arahan khusus terkait program pengembangan kampung nelayan agar turut dikembangkan menjadi konsep Kampung Lautra.
Konsep ini dirancang untuk menata kawasan pesisir, memperkuat aktivitas ekonomi nelayan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao.
Dari tujuh lokasi yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, dua lokasi dipastikan akan segera dikerjakan dalam waktu dekat, yakni di Papela dan Oenggae. Sementara itu, lima lokasi sisanya akan direalisasikan secara bertahap.
Usai mengakhiri agenda di KKP, Bupati Paulus Henuk melanjutkan kegiatan diplomatik ekonominya dengan bertemu salah satu investor, Susanto, di Jakarta Barat. Pertemuan ini berfokus pada penjajakan peluang kerja sama dan investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha. Harapannya, masuknya investasi dapat membuka lapangan kerja baru, menggerakkan roda ekonomi masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Kabupaten Rote Ndao,” pungkasnya.
(Mekris)









